#DearPapa Buku 6 – terakhir

Dear penulis surat cinta, ini adalah buku terakhir dalam koleksi buku Dear Papa. Sayangnya, sampai hari ini, cover-nya masih dalam proses pembuatan, sehingga dengan amat sangat terpaksa belum bisa dibeli… Sabar, ya? InsyaAllah, hari Jumat sudah bisa dibeli. Thanks for participating the project.. Semoga bukunya laku dan royaltinya nendang, Boss! 🙂

 

Google It (Deasty Larasati, @Dheamoyz)

Celotehan si Bayi di Perut Mama (Oval Roy, @ovalroy)

Surat Buat Ayah (Depz, @id3pp)

That’s My Daddy! (Witia Diphie, @WitiaDiphie)

I Love You ayahku, Lelaki dalam Hidupku (Fita Berliana Akbar)

Ingatanku Tentang Bapak (Tanti Gonzi, @gonziie)

Kepada yang Terkasih (Handini Suwarno, @handinisu)

Belajar Hidup dengan Lelaki Penuh Inspirasi (Pia Zakiyah)

Secarik Cerita tentang Papa (Gadis Hujan, @shyynta)

Cinta Papa yang Tak Terucap (Winda Krisnadefa, @fadhilsafina)

Bapak, Fungsi Tanganmu Sudah Purna (Apisindica, @apisindica)

Papa dalam Teh Aneka Rasa (Wulan Wahyuning Ratri, @wulanwahyura)

Belajar menjadi Papa dari Papa (Hardivizon, @hardivizon)

Maafkan Aku (Swanny, @swannysaja)

Sebuah Awalan (Donny Verdian, @dv77)

36 Years (Ryu Deka, @ryudeka)

Papa Ada di Sini Bersama Kamu, Fan (Fanny Maria Adeleina, @fannyumboh)

Karena Hidup Bukan Semata Memanen (Daniel Mahendra, @penganyamkata)

Papa, Yuk Nonton Sepultura (Yessy Muchtar, @yessymuchtar)

Priceless (Meity Mutiara, @MeityIskandar)

That Life Would be Good (Lala Purwono, @lalapurwono)

(Bukan) Surat Terakhir (Okke ‘sepatu merah’, @sepatumerah)

Advertisements

Surat Cinta dari @ucienil

To my beloved daddy, Maderun Sayah

Dear papa,

Banyak hal yang sebenarnya mau aku ungkapin ke papa, hanya saja susah sekali ya mengucapkan kata-kata manis buat papa. Malu. Terkesan berlebihan sepertinya kalau mengutarakan kata-kata itu. Padahal, kata-kata itu terkadang jadi beban loh buatku ketika tidak disampaikan. Seperti ada ganjalan di hati. Makanya, lewat surat yang ditulis ini ada beberapa hal penting yang harus papa baca.

First and the most important, thank you, papa.

Terima kasih sebanyak-banyaknya. Terima kasih tidak terhingga. Terima kasih berjuta kali. Terima kasih sudah ikhlas lahir batin membesarkan anak sepertiku sampai 20 tahun. Terima kasih karena sudah memberikan uang bertrilliun-trilliun demi kelangsungan hidupku  yang ngga akan bisa digantiin sekalipun aku jadi orang terkaya didunia. Terima kasih karena papa selalu membelaku ketika dimarahin mama. More

Ayah dimana?

Ayah, baik-baik saja kan disana? Aku disini sehat kok, Yah. 🙂 Tenang, suatu saat aku akan ketemu Ayah lagi, jika Tuhan merestui, ya 🙂 Aku sayang banget sama Ayah.

Kalau boleh aku jujur, aku tak pernah memiliki rasa sakit setiap merindukan Ayah disini, di hati aku. Walau tak tahu apakah ayah pernah mengingatku? Atau, apakah Ayah pernah ingat bahwa Ibu pernah melahirkanku? More

[project dear Papa] Hi, Dad!

Hi, Dad.

I just listened to one beautiful song. Judulnya: Daddy’s Little Girl. And I remember you.

You’re the end of the rainbow, my pot of gold
You’re daddy’s little girl to have and hold
A precious gem is what you are
You’re mommy’s bright and shining star

You’re the spirit of Christmas, my star on the tree
You’re the Easter bunny to mommy and me
You’re sugar you’re spice, you’re everything nice
And you’re daddy’s little girl

(Daddy’s Little Girl, Michael Buble)

 

Ya, Dad. Aku ingat padamu. Setiap mendengar lagu ini, yang tervisualisasi di dalam isi kepala adalah wajah Papi. Seorang lelaki terhebat yang pernah aku kenal, sentuh, kecup, dan peluk. Seorang lelaki terhebat yang pernah melakukan hal yang sama buatku. More

Next Newer Entries