Why ‘Papa’?
Saat project ini mulai jalan, banyak yang berkomentar: “Kok ‘dear papa’? Kenapa bukan ‘dear Mama’ aja?”
Oh well. Jawaban kami sederhana: kenapa tidak?
Sudah jamak rasanya cerita-cerita yang didedikasikan untuk para Ibu. Atau gampangnya begini, bahkan setiap tahun, di negeri kita tercinta, selalu merayakan hari Ibu nasional yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Pernahkah kita tergelitik untuk bertanya: “Kenapa tidak ada hari Ayah di Indonesia?” Padahal kita semua tahu, kalau kehadiran Ayah di dalam rumah, di dalam sebuah keluarga, di dalam kehidupan kita, juga sama pentingnya dengan keberadaan Ibu kita tercinta. Ya, kan?
Jadi, proyek www.nulisbuku.com kali ini adalah dipersembahkan khusus untuk Ayah, dari anaknya *ya, kalian semua* yang ingin menyampaikan rasa cintanya, yang mungkin memang tak bisa terhaturkan langsung melalui lisan, tapi terjembatani oleh aksara dalam lembaran cerita.
Sudah waktunya Ayah mendapatkan porsi yang sama untuk rasa cinta kita. Dan sudah waktunya pula Ayah kita mengetahui seberapa besar rasa cinta anak-anaknya…

Feb 07, 2011 @ 06:46:11
Saya dukung project ini…
Poin penting yang saya suka adalah; “ayah memiliki peran sama dengan ibu, di rumah maupun hati anaknya”
Feb 07, 2011 @ 06:50:06
Dear Uda,
Somehow, memang saat menulis project ini, aku keingetan sama Uda..
Jadi, nggak boleh nggak, Uda musti join project ini. Ok?
-Lala-
Feb 14, 2011 @ 10:13:09
waw. . Urang awak juo. . Mau ikutaaaan. .